× Daftar Isi Disclaimer Tentang Blog
Menu

Download Soal

Belajar dalam Berbagi, Berbagi dalam Belajar

Showing posts with label Kimia. Show all posts
Showing posts with label Kimia. Show all posts
Download Soal Ikatan Kimia kelas X

Download Soal Ikatan Kimia kelas X

Melengkapi materi pembelajaran ikatan kimia untuk kelas X, berikut bank soal dalam bentuk PDF materi ikatan kimia kelas X. Terdapat 2 bagian soal yang masing masing bisa anda gunakan untuk melatih kemampuan dalam kompentensi dasar tersebut.

Lebih lengkap anda bisa lihat preview di bawah ini.





Sementara untuk download soalnya bisa melalui tautan di bawah ini.

  1. Bagian 1
  2. Bagian 2
Read more »
Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket D

Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket D

Setelah kemaren posting paket A,B,C ini kami menyelesaikan lagi soal persiapan ujian akhir semester ganjil kimia kelas 11 paket D. Untuk melihat preview soal tersebut silahkan kamu cek  pada kotak di bawah ini,


Untuk Mendownload Soal Tersebut silahkan Ikuti Link berikut,

Download Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia Paket D

Nah untuk mendownload soal soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket Lainnya, silahkan ikuti Link di bawah ini,
  1. Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket A
  2. Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket B
  3. Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket C
  4. Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket D
  5. Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket E

Semoga Bermanfaat


Read more »
Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 paket A

Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 paket A

Untuk menghadapi ujian akhir semester, bagi kelas 11 khusus mata pelajaran kimia, ini kami memeiliki soal soal yang bisa kamu gunakan sebagai bahan latihan. Soal terdiri dari 30 Soal Pilihan Ganda sebagai simulasi ulangan akhir semester.

Untuk melihat soalnya seperti apa, sebelum mendownload silahkan kamu lihat pada kotak berikut,


Untuk mendownload soal tersebut, silahkan klik pada link di bawah ini,

Download Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia Kelas 11 paket A

Nah untuk mendownload soal soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket Lainnya, silahkan ikuti Link di bawah ini,
  1. Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket A
  2. Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket B
  3. Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket C
  4. Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket D
  5. Soal Ujian Akhir Semester 1 Kimia kelas 11 Paket E

Semoga Bisa bermanfaat dan digunakan dengan sebaik-baiknya.
Read more »
Soal Kimia - Sifat Koligatif Kelas 12 SMA

Soal Kimia - Sifat Koligatif Kelas 12 SMA

Sifat Koligatif diajarkan pada kelas 12 SMA untuk semester 1. Subtopic dari materi ini adalah menghitung Penurunan Tekanan Uap, Kenaikan titik didih, Penurunan Titik Beku dan Tekanan Osmotik.

Untuk itu ini ada beberapa soal yang bisa digunakan untuk latihan, Soal sendiri dalam bentuk format Pilihan Ganda, tetapi dalam pengerjaan diharapkan menuliskan langkah penyelesaian. Kemudian, disini juga disediakan pembahasan soal tersebut yang bisa di didownload pada bagian bawah postingan ini. Sementara itu, untuk melihat preview soal, silahkan pada kotak di bawah ini:




Untuk Mendownload soal  dan pembahasan dari soal tersebut silahkan klik pada Link dibawah ini,
  • Download Soal Sifat Koligatif SMA.pdf
  • Download Pembahasan Soal Sifat Koligatif SMA.pdf
Semoga dapat bermanfaat. 
-marthayunanda-
Read more »
Soal Sifat Koligatif SMA

Soal Sifat Koligatif SMA

Sifat Koligatif diajarkan pada kelas 12 SMA pada mata pelajaran kimia di awal semester 1. Sifat Koligatif disini mendalami tentang hitungan sifat koligatif sederhana dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari tentang sifat koligatif.


Berikut ada soal soal tentang sifat koligatif beserta kunci pembahasannya. Untuk melihat tampilan soal ini bisa anda lihat pada tampilan kotak di bawah ini.



Untuk mendownload file tersebut dalam format pdf silahkan anda klik pada link di bawah ini,

DownloadSoal Sifat Koligatif kelas 12 SMA


Semoga bisa bergunan dan bermanfaat untuk membantu pembelajaran kimianya.
Read more »
Pembahasan Soal Kimia Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Tahun 2013

Pembahasan Soal Kimia Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Tahun 2013

Bagian I Soal Pilihan Berganda

1. Sebanyak 1,35 gram logam M direaksikan secara kuantitatif menjadi senyawa oksida MO murni sebanyak 1,88 gram. Berdasarkan data tersebut maka massa atom relatif logam M adalah
A. 24,0
B. 40,0
C. 56,0
D. 63,5
E. 65,5

Pembahasan:

Reaksi yang terjadi: 2M + O2 ⟶ 2MO
Jumlah zat M dan MO akan sama, ini berdasarkan perbandingan koefisien persamaan reaksinya.
Jumlah zat M = jumlah zat MO
1,35 g : (Ar M) = 1,88 g : (Ar M + Ar O)
1,35 g : (Ar M) = 1,88 g : (Ar M + 16 g)
1,35 g ´ (Ar M + 16 g) = 1,88 g ´ Ar M
1,35 g ´ Ar M + 21,6 g = 1,88 g ´ Ar M
(1,88 g – 1,35 g) ´ Ar M = 21,6 g
0,53 g ´ Ar M = 21,6 g
Ar M = 21,6 g / 0,53
Ar M = 40,75 .....................Mungkin akan dibulatkan ke bawah menjadi 40 J

2. Botol dalam keadaan hampa udara mempunyai berat 30,7400 g. Bila diisi gas hidrogen berat botol tersebut menjadi 30,9200 g. Bila botol diisi oleh gas Y beratnya 33,4400 g. Jika semua pengukuran dilakukan pada tekanan dan temperatur yang sama, maka massa molekul relatif gas Y adalah

A. 20
B. 28
C. 30
D. 38
E. 40

Pembahasan:
Massa gas hidrogen (H2) = (30,92 – 30,74) g = 0,18 g Þ mol H2 = 0,18/2 = 0,09 mol
Massa gas Y = (33,44 – 30,74) g = 2,70 g
Karena botol yang digunakan sama, maka jumlah gas Y = jumlah gas H2 = 0,09 mol
Jadi massa molar gas Y = 2,70 g : 0,09 mol = 30 g/mol ⟶ Mr Y = 30 g/mol : 1 g/mol = 30

3. Senyawa-senyawa berikut dapat mengalami reaksi adisi, kecuali
A. Propanon
B. Siklopentena
C. Etoksi propana
D. Butanal
E. 2-butena

Pembahasan:
Senyawa yang dapat mengalami reaksi adisi adalah senya yang memiliki ikatan rangkap. Senyawa yang tidak punya ikatan rangkap tidak akan mengalami reaksi adisi, dalam hal ini adalah senyawa etoksi propana.

4. Reaksi substitusi nukleofilik dengan nukleofil ion metoksida (CH3O–) dapat berlangsung pada senyawa-senyawa berikut, kecuali

Reaksi pergantian (substitusi) akan terjadi pada senyawa yang memiliki gugus pergi yang baik, seperti Br, OH, Cl. Jadi yang tidak dapat berlangsung adalah senyawa di B.

5. Untuk mendapatkan senyawa jenuh, yaitu senyawa yang tidak memiliki ikatan rangkap, dapat dilakukan reaksi-reaksi berikut, kecuali:
A. Polimerisasi kondensasi pada pembentukan peptida
B. Hidrogenasi sikloheksena dengan katalis logam
C. Reduksi aseton dengan hidrida logam
D. Adisi asam halida pada propena
E. Pembuatan polietilena

Pembahasan:
Polimerisasi kondensasi pada pembentukan peptida hasil polimernya masih memungkinkan dijumpai ikatan rangkap.

6. Diantara polimer-polimer berikut ini, yang monomernya tidak memiliki ikatan rangkap adalah
A. Polistirena
B. Polipeptida (protein)
C. Polisakarida (Amilum)
D. Polietilena
E. Polietilenglikol

Pembahasan:
Poli–etilena–glikol merupakan polimer yang dihasilkan dari reaksi monomer yang tidak memiliki ikatan rangkap yaitu etilen–glikol (etana–1,2–diol)

7. Diantara molekul-molekul berikut ini yang tidak memiliki rasa manis adalah
A. Glisin
B. Gliserol
C. Galaktosa
D. Sukrosa
E. Fruktosa

Pembahasan:
Sebenarnya semua zat yang diberikan pada soal ini memiliki rasa manis hanya tingkatannya yang berbeda. Ini sesuai data pada tabel berikut. Bagaimana dengan gliserol, gliserol itu nama lain dari gliserin, jadi gliserol juga memiliki rasa manis yang sama dengan gliserin.


8. Spirtus (metanol) dapat menghapus tinta permanen dari suatu permukaan sedangkan air tidak dapat. Penjelasan terbaik untuk hal tersebut adalah
A. Tinta permanen larut dalam air
B. Tinta permanen tak larut dalam spirtus
C. Kelarutan tinta permanen dalam metanol besar
D. Air mudah menguap seperti halnya metanol
E. Tinta permanen bersifat sangat polar

Pembahasan:
Tinta akan dapat terhapus jika ia dapat larut dalam pelarut yang sesuai. Prinsipnya zat dengan sifat sama akan dapat saling melarutkan. Spiritus (metanol) memiliki sifat polar dan tinta permananen dapat larut, artinya tinta permanen itu juga bersifat polar.

9. Diantara sifat berikut yang tidak terkait dengan koloid adalah
A. Merupakan larutan homogen
B. Dapat distabilkan oleh emulgator
C. Mengalami gerak Brown
D. Memberikan efek Tyndall
E. Dapat berupa emulsi air dalam minyak

Tanpa pembahasan.

10. Massa atom relatif karbon yang terdiri atas isotop C-12 dan C-13 adalah 12,01100. Massa
kedua isotop tersebut berturut-turut adalah 12,00000 dan 13,00335. Persentase isotop 13
C dalam campuran isotop karbon adalah
A. 1,1%
B. 2,3%
C. 5,8%
D. 8,2%
E. 10,2%

Pembahasan:
Misal bagian C-12 = x maka bagian C-13 = 1–x
12,00000 x + 13,00555 × (1–x) = 12,01100
12,00000 x + 13,00555 – 13,00555 x = 12,01100
12,00000 x – 13,00555 x = 12,01100 – 13,00555
–1,00555 x = –0,99455
x = 0,989 ⟶ 1–x = 0,011 atau 1,1%

11. Dalam suatu atom, jumlah orbital yang dapat memiliki bilangan kuantum utama n = 4 dan bilangan kuantum magnetik m = +1 adalah
A. 1 orbital
B. 2 orbital
C. 3 orbital
D. 4 orbital
E. 5 orbital

Pembahasan:
4s bilangan kuantum yang mungkin hanya = 0 (m maksimal 0, tidak ada m = +1)
4p bilangan kuantum yang mungkin adalah –1, 0, +1
4d bilangan kuantum yang mungkin adalah –2, –1, 0, +1, +2
4f bilangan kuantum yang mungkin adalah –3, –2, –1, 0, +1, +2, +3
Jadi ada 3 orbital (masing-masing 1 pada 4p, 4d, 4f)

12. Atom A dan B berturut-turut mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4. Senyawa yang dapat dibentuk oleh atom A dan B adalah
A. AB2
B. AB3
C. A2B3
D. A3B2
E. A2B

Pembahasan:
A = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1 akan membentuk kation A3+ agar stabil
B = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 akan membentuk anion B2– agar stabil
Maka senyawa yang dapat dibentuk adalah A2B3

13. Jika kita membuat kurva energi ionisasi pertama terhadap nomor atom, maka atom yang mempunyai harga ionisasi lebih rendah dibandingkan atom tetangga dekatnya (yang tepat berada di sampingnya) adalah
A. atom Mg
B. atom C
C. atom P
D. atom S
E. atom Br

Pembahasan:
Sifat periodik energi ionisasi suatu unsur dari kiri ke kanan dalam satu periode adalah semakin besar dan dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin kecil. Jadi unsur yang berada di sebelah kiri dan bagian bawah akan memiliki energi ionisasi paling rendah.

14. Energi ionisasi pertama, kedua, ketiga dan keempat atom X berturut-turut adalah 557,4 kJ/mol, 1816 kJ/mol, 2744 kJ/mol dan 11580 kJ/mol. Atom X memiliki elektron valensi sebanyak
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Pembahasan:
Jika dari data terdapat energi ionisasi sampai tingkat empat artinya jumlah elektron valensi atom X tersebut adalah 4 juga.

15. Harga koefisien reaksi a, b, dan c pada persamaan reaksi redoks di bawah ini:
a MnO4– (aq) + 16H+(aq) + bC2O42–(aq) ⟶ c Mn2+ (aq) +8H2O(l) + 10CO2(g) adalah
A. 1, 4, dan 2
B. 1, 8, dan 3
C. 2, 5, dan 2
D. 2, 10, dan 2
E. 2, 10, dan 5

Pembahasan:
Jawaban soal ini dapat ditebak. a = c dan b = ½ dari koefisien CO2.
b = ½ x 10 = 5. Di antara alternatif yang tersedia koefisien b yang sama dengan 5 ada pada alternatif C, dimana nilai a = c = 2.

16. Pada 0oC, konstanta produk ion dari air, Kw = 1,2 x 10–15. Nilai keasaman (pH) dari air murni pada 0oC yaitu
A. 7,00
B. 6,88
C. 7,56
D. 7,46
E. 7,64

Pembahasan:
H2O ⇌ H+ + OH–
[H+]=[OH–] → Kw = [H+].[OH–] → [H+]=√Kw → [H+]=√ (1,2 x 10–15)
→ [H+]= 3,464 x 10–8 → pH = –log (3,464 x 10–8) → pH = 7,46

17. Senyawa yang merupakan asam yang paling kuat yaitu
A. HCN
B. HNO3
C. H2O
D. OH–
E. CH3OH

Pembahasan:
HNO3 adalah asam paling kuat.

18. Diketahui nilai Ka asam 4-klorobenzoat (HC7H4ClO2) adalah 1,05 x 10–4. Larutan buffer mengandung campuran 0,2 M natrium 4-klorobenzoat (NaC7H4ClO2) dan 2,0 M asam 4-klorobenzoat. Nilai keasaman (pH) dari larutan buffer tersebut yaitu
A. 2,35
B. 2,98
C. 3,98
D. 4,98
E. 5,53

Pembahasan:
pH = –log [H+] = –log (1,05×10–3) = 2,98

19.

Diketahui E0 Ag+|Ag = +0,80 V; E0 Cl2|Cl− = +1,36 V; dan E0 H+|H2 = +0,0 V. Berdasarkan rangkaian sel elektrokimia di atas, reaksi yang terjadi pada anoda adalah
A. Ag+ + e− ⟶ Ag
B. Ag ⟶ Ag+ + e−
C. 2Cl− ⟶ Cl2 + 2e−
D. Cl2 + 2e− ⟶ 2Cl−
E. H2 ⟶ 2 H+ + 2e−

Pembahasan:
Di anoda akan terjadi reaksi oksidasi, dari data tersebut yang berpeluang mengalami reaksi oksidasi adalah Ag ⟶ Ag+ + e− karena potensial reduksi standarnya bernilai lebih kecil dibanding Cl.

20. Perubahan massa elektroda yang terjadi ketika sel elektrokimia pada soal nomor 19 dioperasikan adalah
Massa anodaMassa katoda
A.bertambahtidak ada perubahan
B.berkurangbertambah
C.berkurangtidak ada perubahan
D.bertambahberkurang
E.tidak ada perubahanbertambah
Pembahasan:
Katoda menggunakan elektroda inert artinya tidak akan turut bereaksi dan massanya akan tetap (tidak ada perubahan). Anoda akan berkurang karena Ag akan melarut menjadi ion Ag+

21. Suatu sel Volta disusun menggunakan dua elektroda besi dalam larutan Fe2+ dengan menggunakan dua konsentrasi yang berbeda pada setiap ruang. Diketahui potensial reduksi standar Fe (E0 Fe2+|Fe) sebesar −0,44 V.
Potensial sel konsentrasi tersebut terukur sebesar 0,047 V pada suhu 25oC.
Jika salah satu konsentrasi larutan Fe2+ adalah 0,10 M maka kosentrasi larutan Fe2+ yang lain sebesar
A. 1,5 × 10–2 M
B. 2,8 × 10–5 M
C. 3,5 × 10–4 M
D. 9,2 × 10–2 M
E. 2,6 × 10–3 M

Pembahasan:
Soal ini dapat diselesaikan dengan menggunakan persamaan Nernst
E = E0 – 0,0592/n × log [red]/[oks]
0,047 = 0 – 0,0592/2 × log [x]/[0,1]
0,047 = –0,0296 × log (x/0,1)
1,5878 = – log (x/0,1)
1,5878 = log 0,1 – log x
Log x = –1 – 1,58783
Log x = –2,58783
x = 10–2,58783
x = 0,00258 ~ 0,0026 ~ 2,6 × 10–3 M

22. Persamaan reaksi kimia yang menunjukkan hubungan Kp = Kc adalah
A. MgCO3(s) + 2 HCl(g) ⇌ MgCl2(s) + CO2(g) + H2O(l)
B. C(s) + O2(g) ⇌ CO2(g)
C. CH4(g) + 2O2 (g) ⇌ CO2(g) + 2H2O(l)
D. Zn(s) + 2 HCl (aq) ⇌ H2(g) + ZnCl2(aq)
E. 2N2(g) + 5O2(g) ⇌ 2N2O5(g)

Pembahasan:
Kp akan sama dengan Kc jumlah koefisien GAS ruas kiri sama dengan jumlah koefisien GAS ruas kanan.
Ingat.....! Kp = Kc(RT)∆n

23. Larutan jenuh suatu basa kuat MOH memiliki pH = 11. Tetapan kesetimbangan kelarutan (Ksp) basa tersebut adalah
A. 1,0 × 10−6
B. 1,0 × 10−11
C. 5,0 × 10−11
D. 2,5 × 10−12
E. 1,0 × 10−22

Pembahasan:
pH = 11 → pOH = 3 → [OH–] = 10–3M
MOH ⇌ M+ + OH–
10–3M 10–3M
Ksp = [M+][OH–] = 10–3 x 10–3 = 1 × 10–6

24. Volume larutan NaOH 0,10 M yang diperlukan untuk menetralkan 15 mL larutan H3PO4 0,10 M adalah
A. 5,00 mL
B. 15,00 mL
C. 30,00 mL
D. 45,00 mL
E. 50,00 mL

Pembahasan:
Ketika reaksi penetralan terjadi maka jumlah basa sebanding dengan jumlah asam
Jumlah H3PO4 = 0,1M x 15 mL = 1,5 mmol
Berdasarkan perbandingan koefisien persamaan reaksi
3NaOH + H3PO4 → Na3PO4 + 3H2O
3 × 1,5 mmol 1,5 mmol
Jadi jumlah NaOH = 3 x 1.5 mmol = 4,5 mmol
Jadi volume NaOH = 4,5 mmol : 0,1 M = 45 mL

25. Diantara senyawa-senyawa klorida di bawah ini yang memiliki titik leleh yang paling rendah adalah
A. MgCl2
B. AlCl3
C. SiCl4
D. PCl3
E. SCl2

Pembahasan:
Ini adalah senyawaan klorida seperiode, MgCl2 adalah senyawa ionik kuat, untuk membuatnya leleh diperlukan energi yang besar dibandingkan deretan senyawa klorida yang ada pada alternatif jawaban.

26. Reaksi lelehan BCl3 dengan lelehan NaCl menghasilkan ion BCl4–, yang memiliki bentuk geometri

A. Segitiga piramida
B. segiempat planar
C. tetrahedral
D. bent
E. segitiga planar

Pembahasan:
Jumlah elektron valensi
1×B termasuk golongan 3A artinya elektron valensinya hanya 3. = 1 x 3 = 3
4×Cl termasuk golongan 7A artinya punya elektron valensi 7 = 4 × 7 = 28
Bermuatan negatif 1 berarti punya tambahan 1 elektron
Total elektron valensi = 3 + 28 + 1 = 32 ⟶ 8(4) ⟶ AX4 ⟶ tetrahedral

27. Presentasi ionisasi dari larutan HNO2 0,01 M ( Ka = 7,1 x 10–4) adalah
A. 2,7 %
B. 5,4 %
C. 8,4 %
D. 13,5 %
E. 26, 5 %

Pembahasan:
Ka = [H+][ NO2–] : [HNO2]
Ka [HNO2] = [H+][ NO2–]
7,1 × 10–4 × 0,01 = x × x
x = 2,66 × 10–3

Anggap volume larutan 1 L.

HNO2⇌H++NO2–
Mol Awal0,01



Mol Bereaksi2,66 × 10–3
2,66 × 10–3
2,66× 10–3
Kesetimbangan

2,7 × 10–3
2,7 × 10–3
Derajat ionisasi = (jumlah HNO2 beraksi : jumlah HNO2 awal) × 100%
Derajat ionisasi = (2,66 × 10–3: 0,01) × 100%
Derajat ionisasi = 2,66 × 10–1 × 100% = 26,6%

28. Dalam fotografi, padatan AgBr yang tersisa dilarutkan dalam larutan Na2S2O3. Ion Ag+ bereaksi dengan ion S2O3 membentuk senyawa kompleks [Ag(S2O3)2]3-, dengan persamaan reaksi sebagai berikut
AgBr (s) ⇌ Ag+ (aq) + Br-(aq) Ksp = 5,4 × 10-13
Ag+(aq) + 2 S2O32-(aq) ⇌ [Ag(S2O3) 2]3-(aq) Kf = 2,0 × 1013
Jumlah padatan AgBr yang dapat larut dalam 125 mL larutan Na2S2O3 1,20 M adalah
A. 7,14 g
B. 12,22 g
C. 14,08 g
D. 16,72 g
E. 40,65 g

Pembahasan:
AgBr (s) ⇌ Ag+ (aq) + Br–(aq) ⟶ Ksp = 5,4 × 10-13
Ag+(aq) + 2 S2O32-(aq) ⇌ [Ag(S2O3) 2]3-(aq) ⟶ Kf = 2,0 × 1013
AgBr (s) + 2 S2O32-(aq) ⇌ [Ag(S2O3) 2]3-(aq) + Br–(aq) ⟶K = Ksp × Kf =10,8



AgBr (s)+2 S2O32-(aq)⇌[Ag(S2O3) 2]3-(aq)+Br–(aq)
Awal*
1,2 M
–
–
Berubah*
–2x
x
x
Kesetimbangan*
1,2 – 2x
x
x

K = (x × x)÷(1,2 – 2x)2
10,8 = (x × x)÷(1,2 – 2x)2
10,8 (1,2 – 2x)2 = (x × x)
10,8 (1,44 – 4,8x + 4x2) = x2
43,2x2 – 51,84 x + 15,552 = x2
42,2x2 – 51,84 x + 15,552 = 0

Dari hasil hitung diperoleh x = 0,52077 M atau x = 0,70767 M
Untuk x = 0,70767 M ⟶ 2x = 1,41534 M, ini tidak mungkin, karena jumlah konsentrasi 2 S2O32-(aq) tidak mungkin melebih 1,2 M
[Br–] = 0,52077 M setara dengan 0,52077 M × 125 mL = 65,09625 mmol
Karena koefisien reaksi Br– dengan AgBr sama maka jumlah AgBr = 65,09625 mmol
Massa molar AgBr = 187,77 g/mol
Jika AgBr 65,09625 mmol = 0,06509625 mol × 187,77 g/mol = 12,2231228625 g
Alternatif jawaban yang paling mendekati adalah B. 12,22 g

29. Senyawa karbon yang tidak mempunyai jenis isomer apapun adalah

A. CHBr=CHBr
B. CH3–CH2Br
C. CH3–CH2OH
D. CH3–(C=O)–CH3
E. CH3–CH2–COOH

Pembahasan:
CHBr=CHBr haloalkena memiliki isomer cis–trans (isomer geometris)
CH3–CH2OH alkohol berisomer fungsi dengan eter
CH3–(C=O)–CH3 alkanon(keton) berisomer fungsi dengan alkanal (Aldehid)
CH3–CH2–COOH asam alkanoat (asam karboksilat) berisomer fungsi dengan ester

30. Gas asetilena dapat dibuat menurut reaksi:
CaC2(s) + 2H2O (l) ® Ca(OH)2(aq) + C2H2(g)
Kalor pembakaran gas ini adalah 320 kkal/mol. Jika dalam suatu proses digunakan 160 g CaC2 (Mr = 64) dan dengan asumsi bahwa hanya 60% berat CaC2 yang bereaksi, maka pada pembakaran asetilena yang terbentuk akan dihasilkan kalor sebanyak
A. 960 kkal
B. 800 kkal
C. 640 kkal
D. 480 kkal
E. 320 kkal

Pembahasan:
Massa CaC2 yang bereaksi = 60% × 160 g = 96 g = 96g ÷ 64 g/mol = 1,5 mol
Perbandingan koefisien CaC2 dengan C2H2 adalah 1:1 maka jumlah C2H2 juga sama dengan 1,5 mol. 

Diketahui dari soal bahwa kalor pembakaran C2H2 adalah 320 kkal setiap 1 mol maka pembakaran asetilina yang terbentuk akan menghasilkan kalor sebanyak 1,5 mol × 320 kkal/mol = 480 kkal. Sumber markasbelajar.blogspot.com
Read more »
Pembahasan Soal KSM Provinsi Kimia 2014

Pembahasan Soal KSM Provinsi Kimia 2014


1. Konfigurasi elektron ion klorida dan atom kromium berturut-turut adalah
A. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d4 4s2
B. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1
C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d6
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1
E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d4 4s2
Pembahasan:

Cl nomor atom 17 jika berbentuk ion (Cl–) maka jumlah elektronnya 18 (menerima 1 elektron dari luar)
Konfigurasi elektron ion Cl– = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
Cr nomor atom 24, jumlah elektronnya 24
Konfigurasi elektron Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3p5 4s1
Jawaban yang tepat B

2. Rumus molekul sederhana dari suatu senyawa yang mempunyai persen komposisi: 32,4% Na, 0,7% H, 21,8% P dan 45,1% O adalah
A. Na2HPO3
B. NaH2PO3
C. Na2HPO4
D. NaH2PO4
E. Na3PO4.5H2O

Pembahasan:
Dimisalkan tersedia 100 g senyawa maka
mol Na : mol H : mol P : mol O = (32,4 g : 23 g/mol) : (0,7 g : 1 g/mol) : (21,8 g : 31 g/mol ): (45,1 g : 16 g/mol)
mol Na : mol H : mol P : mol O = 1,41 mol : 0,70 mol : 0,71 mol ): 2,82 mol
= 2,0 : 1,0 : 1,0 : 4,0
Jadi rumus molekul senyawa sederhana dari senyawa tersebut adalah Na2HPO4
Jawaban yang sesuai C

3. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah
A. Energi kisi MgF2 lebih kecil dibandingkan MgCl2
B. Energi kisi NaCl lebih kecil dibandingkan KCl
C. Energi kisi KCl lebih kecil dibandingkan MgCl2
D. Energi kisi MgO lebih kecil dibandingkan CaS
E. Energi kisi NaF lebih kecil dibandingkan NaCl

Pembahasan
Energi kisi adalah energi yang diperlukan untuk mengubah 1 mol senyawa ion bentuk padat menjadi senyawa ion bentuk gas. Hukum Coulomb dapat digunakan untuk memprediksi (membandingkan) energi kisi suatu senyawa ion. E = k (Q1.Q2):d2 Q adalah muatan ion; d adalah jarak antar ion. Energi kisi itu berbanding lurus dengan hasil kali muatan ion–ion dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua ion itu. Tetapi muatan akan memiliki pengaruh yang relatif lebih besar dibanding jarak antar ion.
Dari pembandingan pasangan senyawa yang benar adalah KCl < MgCl2
Jawaban C.

4. Sifat magnet suatu molekul dapat dijelaskan dengan
A. Teori ikatan valensi
B. Model VSEPR
C. Orbital hibrida
D. Orbital molekul
E. Teori pita

Pembahasan
Teori orbital molekul ini menjelaskan ikatan kimia melalui diagram orbital molekul yang melibatkan semua elektron dari atom–atom dalam senyawa dan tidak hanya elektron dikulit terluar. Dari teori orbital molekul ini maka akan dengan jelas menerangkan kemagnetan suatu zat.
Jawaban D.
5. Diketahui suatu reaksi: Fe2O3 + CO ⇌ Fe3O4 + CO2 (belum setara). Sebanyak 480 g Fe2O3 direaksikan dengan gas CO berlebih, tentukan volume gas CO2 yang dihasilkan pada saat 28 g gas nitrogen memiliki volume 10 L
A. 2,5 L
B. 5,0 L
C. 10 L
D. 15 L
E. 20 L

Pembahasan:
Reaksi setara: 3Fe2O3 + CO ⇌ 2Fe3O4 + CO2
480 g Fe2O3 = 480 g : 160 g/mol = 3 mol
Berdasarkan perbandingan koefisien maka jumlah CO2 = 1/3 × 3 mol = 1 mol.
Keadaan reaksi terjadi pada kondisi yang sama dengan 28 g N2 yang setara 1 mol N2 = 10 L, keadaan itu dijadikan pembanding bahwa 1 mol N2 = 10 L artinya 1 mol CO2 = 10 L juga.
Jawaban C.

6. Suatu cuplikan diketahui mengandung 80% Fe. Ketika cuplikan ini dipanaskan dengan gas klor berlebih, dihasilkan garam besi (II) klorida sebanyak 6,35 g. Massa cuplikan yang digunakan dalam reaksi tersebut yaitu
A. 2,24 g
B. 2,80 g
C. 3,50 g
D. 3,75 g
E. 3,90 g

Pembahasan:
Fe + Cl2 → FeCl2
6,35 g FeCl2 = 6,35 g : 126,75 g/mol = 0,05 mol
Dengan perbandingan koefisien reaksi setara maka jumlah Fe = jumlah FeCl2 = 0,05 mol
0,05 mol Fe = 0,05 mol × 55,85 g/mol = 2,7925 g
2,7925 g = 80% cuplikan jadi massa cuplikan = 2,7925 g : 80% = 3,490625 ≈ 3,50 g
Jawaban C.

7. Pupuk ZA memiliki kandungan utama senyawa ammonium sulfat. Jika dalam 66 g pupuk ZA terdapat 13,5 g Nitrogen, kemurnian pupuk tersebut yaitu
A. 90,6%
B. 92,8%
C. 94,0%
D. 96,4%
E. 98,2%

Pembahasan:
66 g Amonium sulfat (NH4)2SO4 terdapat 13,5 g nitrogen
1 mol (NH4)2SO4 terdapat 2 mol N
13,5 g N = 13,5 g : 14,01 g/mol = 0,964 mol
Jadi jumlah (NH4)2SO4 = ½ × 0,964 mol = 0,482 mol
0,482 mol (NH4)2SO4 = 0,482 mol × 132 g/mol = 63,624 g
Jadi kemurnian (NH4)2SO4 = (63,624 : 66) × 100% = 96,4%
Jawaban D.

8. Bila gas CO dan H2O masing-masing sebanyak 0,06 mol dicampur dengan 0,1 mol CO2 dan 0,1 mol H2 dalam wadah 1 L, maka konsentrasi CO dan CO2 pada keadaan kesetimbangan adalah
A. 0,067 M dan 0,093 M
B. 0,067 M dan 0,107 M
C. 0,053 M dan 0,107 M
D. 0,053 M dan 0,093 M
E. 0,060 M dan 0,100 M

Pembahasan:

CO(g)+H2O(g)⇌CO2(g)+H2(g)
Awal0,060,060,10,1
Bereaksi–(0,06–x) –(0,06–x) +(0,06–x) +(0,06–x) 
Kesetimbanganx molx mol0,16–x0,16–x


Nilai x dari persamaan kuadrat dari adalah dengan menggunakan alat hitung maka diperoleh x yang mungkin sebesar 0,053 mol, jadi jumlah CO = 0,053 mol dan jumlah CO2 = 0,16 – x = 0,16 – 0,053 = 0,107 mol
[CO] = 0,053 mol : 1 L = 0,053 M
[CO2 ] = 0,107 mol : 1 L = 0,107 M
Jawaban yang sesuai adalah C

9. Diantara reaksi berikut yang memiliki nilai Kp = Kc adalah
A. PCl3 (g) + Cl2 (g) ⇌ PCl5 (g)
B. CO(g) + 2H2 (g) ⇌ CH3OH (g)
C. 2H2 (g) + C2H2 (g) ⇌ C2H6 (g)
D. N2 (g) + O2(g) ⇌ 2NO(g)
E. Br2 (g) + 5F2 (g) ⇌ 2BrF5(g)

Pembahasan:
Hubungan Kp dengan Kc dinyatakan dengan persamaan Kp = Kc (RT)∆n .
Nilai Kp = Kc jika dalam persamaan reaksi setara jumlah koefisien gas ruas kiri sama dengan koefisien gas ruas kanan dengan kata lain ∆n = 0.
Jawaban D benar jumlah koefisien gas ruas kiri = jumlah koefisien gas ruas kanan = 2.

10. Amonium hidrogen sulfida, NH4HS, digunakan dalam proses fotografi.
Senyawa tersebut dapat mengalami disosiasi pada suhu ruang, dengan persamaan reaksi kesetimbangan sebagai berikut:
NH4HS(s) ⇌ NH3(g) + H2S(g) Kp = 0,108 pada 25 °C
Bila sejumlah NH4HS dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer pada 25 °C, maka tekanan total gas pada keadaan kesetimbangan adalah
A. 0,012 atm
B. 0,108 atm
C. 0,216 atm
D. 0,329 atm
E. 0,658 atm
Pembahasan:
Kp = P(NH3).P(H2S)
Karena P(NH3) = P(H2S) maka P(NH3) = P(H2S) = √Kp = √0,108 = 0,329 atm
P total = P(NH3) + P(H2S) = (0,329 + 0,329) atm = 0,658 atm
Jawaban yang tepat adalah E.


11. Asam oksalat (H2C2O4) dalam air memiliki persamaan reaksi kesetimbangan sebagai berikut:
H2C2O4](aq) + 2H2O](l) ⇌ 2H3O+(aq) + C2O42- (aq)
Diketahui Ka1 asam oksalat sebesar 5,36×10-2 dan Ka2 adalah 5,30×10-5
maka harga tetapan kesetimbangan untuk reaksi reaksi tersebut adalah

A. 5,36×10-2
B. 5,30×10-5
C. 2,80×10-6
D. 1,06×10-7
E. 3,86×10-13

Pembahasan:
Ka = Ka1 × Ka2 = 5,36×10-2 × 5,30×10-5 = 28,408 × 10-7 = 2,8404 × 10-6 ~ 2,80×10-6
Jawaban yang tepat adalah C.

12. Campuran benzena dan toluena membentuk larutan ideal. Tekanan uap jenuh toluena pada 20°C adalah 22 torr. Jika mol benzena sama dengan mol toluena dalam campuran pada 20°C, maka tekanan uap toluena adalah
A. 44 torr
B. 33 torr
C. 22 torr
D. 11 torr
E. 5,5 torr

Pembahasan:
Jika dalam campuran tersebut jumlah mol benzena dan toluena sama maka tekanan uap toluena sama dengan tekanan uap benzena.
P–benzena = mol benzena : (mol benzena + mol toluena) × P–total.
P–toluena = mol toluean : (mol benzena + mol toluena) × P–total
Jawaban yang tepat adalah C.

13. Data tetapan ionisasi asam diberikan sebagai berikut:
HClO Ka 3,5×10-8
HClO2 Ka 1,2×10-2
HCN Ka 6,2×10-10
H2PO4- Ka 6,2×10-8
Basa konjugasi setiap asam di atas akan disusun menurut bertambahnya
kekuatan basa, maka susunan yang benar adalah
A. ClO2- ; ClO- ; HPO4- ; CN-
B. CN- ; ClO- ; ClO2- ; HPO4-
C. ClO2- ; HPO4- ; ClO- ; CN-
D. CN- ; HPO4- ; ClO2- ; ClO-
E. CN- ; ClO2- ; ClO- ; HPO4-

Pembahasan:
HCN Ka 6,2×10-10 basa konjugasinya adalah CN-
H2PO4- Ka 6,2×10-8 basa konjugasinya adalah HPO4-
HClO Ka 3,5×10-8 basa konjugasinya adalah ClO-
HClO2 Ka 1,2×10-2 basa konjugasinya adalah ClO2-
Ka semakin kecil maka sifat asamnya semakin kecil. Jika asam semakin lemah maka kekuatan basa konjugasinya semakin besar.
Jadi urutan kekuatan basa konjugasi: ClO2- < ClO- < HPO4- < CN-
Jawaban yang tepat adalah A .

14. Reaksi H2O2 + 2H+ + 2I- → I2 + 2H2O memiliki hukum laju reaksi r = k [H2O2][I-], mekanisme reaksi yang disarankan sebagai berikut:
H2O2 + I- → HOI + OH- lambat
OH- + H+ → H2O cepat
HOI + H+ + I- → I2 + H2O cepat
Senyawa yang termasuk zat antara (intermediet) pada reaksi di atas adalah
A. H+ dan I-
B. H+ dan HOI
C. HOI dan OH-
D. H+
E. H2O dan OH-

Pembahasan:
Ciri zat antara (intermediet) adalah zat tidak hadir pada saat akhir reaksi tetapi ada dalam tahapan reaksi yang terjadi. Dalam soal ini zat intermedietnya adalah HOI dan OH–
Jawaban yang tepat adalah C .

15. Persamaan Arrhenius dinyatakan sebagai k = Ae–(Ea/RT). Plot ln k terhadap 1/T memberikan garis lurus dengan nilai kemiringan sama dengan
A. - k
B. k
C. Ea
D. - Ea/R
E. A

Pembahasan:
Nilai kemiringannya sama dengan - Ea/R
Jawaban yang tepat adalah D.

16. Reaksi isomerisasi siklopropana menjadi propena mengikuti kinetika reaksi orde ke-1. Pada 760 K, sebanyak 15% sampel senyawa siklopropana akan berisomerisasi menjadi propena dalam waktu 6,8 menit. Nilai waktu paruh (t1/2) reaksi isomerisasi tersebut pada 760 K sebesar
A. 2,5 menit
B. 23 menit
C. 29 menit
D. 120 menit
E. 230 menit

Pembahasan:

Jawaban yang tepat adalah A .

17. Pada suhu 700 K, isomerisasi siklopropana → propena memiliki nilai tetapan
laju 6,2 × 10-4 menit-1. Kinetika reaksi isomerisasi masih mengikuti kinetika reaksi orde 1. Waktu yang diperlukan agar 10% sampel siklopropana berisomerisasi menjadi propena adalah
A. 14 menit
B. 170 menit
C. 1120 menit
D. 3710 menit
E. 16100 menit

Pembahasan:
Kinetika reaksi orde satu:
Misal [siklopropana]0 = 100%; [siklopropana]t = 100% – 10% = 90%
→ ln [siklopropana]t = ln [siklopropana]0 – k.t
→ k.t = ln [siklopropana]0 – ln [siklopropana]t
→ t = (ln [siklopropana]0 – ln [siklopropana]t) : k
→ t = (ln 1 – ln 0,9 / 6,2 × 10-4
→ t = (0 – (–0,105) / 6,2 × 10-4
→ t = 0,105 / 6,2 × 10-4
→ t = 169,35 menit ≈ 170 menit
Jawaban yang tepat adalah B.

18. Massa aluminium (kalor jenis aluminium = 0,902 J/g.°C) dalam gram yang dapat dipanaskan dari 24,5°C hingga 44,0°C dengan jumlah kalor yang sama untuk menaikkan suhu 125 g H2O (kalor jenis air = 4,184 J/g.°C) pada interval suhu yang sama adalah
A. 2200 g
B. 1050 g
C. 580 g
D. 130 g
E. 27 g

Pembahasan:
Kalor air → Q = m × c × ∆T → Q = 125 g × 4,182 J/g.oC × (44–24,5) → Q = 10193,625
Kalor Al = kalor air
Kalor Al → 10193,625 = m × 0,902 J/ g.oC × (44–24,5)
→ m = 10193,625 : 17,589
→ m = 579,55 g ≈ 580 g
Jawaban yang tepat adalah C .

19. Perubahan entalpi pembentukan standar (∆Hf) gas H2O sebesar - 242 kJ/mol. Nilai perubahan entalpi (∆H) untuk pembakaran 11,2 L gas H2 membentuk gas H2O pada STP adalah
A. - 726 kJ
B. - 484 kJ
C. - 242 kJ
D. - 121 kJ
E. - 60,5 kJ

Pembahasan:
H2(g) + ½ O2(g) → H2O(g) ∆Hf = –242 kJ/mol
Pada keadaan standar 11,2 L gas H2 ini setara dengan ½ mol (didapat dari 11,2/22,4) gas H2
∆H untuk pembakaran ½ mol gas H2 = ½ dari ∆Hf gas H2O = ½ (–242 kJ) = –121 kJ
Jawaban yang tepat adalah D.

20. Jumlah ikatan sigma (s) sp3 yang terdapat pada senyawa etana adalah
A. 7
B. 6
C. 5
D. 3
E. 1

Pembahasan:
Jawaban A.

21. Isopentil adalah nama trivial yang tepat bagi gugus alkil (alternatif jawaban tidak jelas)

Pembahasan:
(CH3)2-CH-CH2-CH2– atau 


22. Nama IUPAC bagi senyawa berikut adalah
A. 5-Metil-4-(1-metilpropil)heksana
B. 2-Metil-3-(1-metilpropil)heksana
C. 2-Metil-3-(2- metilpropil)heksana
D. 3-Metil-4-(1-metiletil)heptana
E. 5-Metil-4-(1-metiletil)heptana

Pembahasan:

3-Metil-4-(1-metiletil)heptana Jawaban yang tepat D

23. Suatu sel elektrokimia mengalami reaksi sebagai berikut: Ni2+ + 2Ag → 2Ag+ + Ni
Diketahui nilai EoAg+ | Ag = 0,80 V dan Eo Ni2+ | Ni = - 0,23 V
Pernyataan yang tepat adalah Eo sel (V) Reaksi pada keadaan standar
A. +1,03 V Spontan
B. -1,03 V Tidak Spontan
C. +0,54 V Tidak Spontan
D. -0,54 V Spontan
E. -0,54 V Tidak Spontan

Pembahasan:
Ni2+ + 2e– → Ni E0 = -0,23 V
2Ag → 2Ag+ + 2e– E0 = –0,80 V
Ni2+ + 2Ag → 2Ag+ + Ni E0 = –1,03 V
Karena nilai E0 negatif maka reaksi tidak berlangsung secara spontan.
Jawaban yang tepat adalah B.

24. Logam yang dapat digunakan untuk memproteksi besi secara katodik adalah
A. Timah (Sn)
B. Seng (Zn)
C. Nikel (Ni)
D. Tembaga (Cu)
E. Perak (Ag)

Pembahasan:
Jika ingin memproteksi besi secara katodik (besi sebagai katoda) maka yang tepat adalah logam–logam reaktif (lebih mudah teroksidasi) yang berada di sebelah kiri logam Fe pada deret Volta.
Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au
Jawaban yang tepat adalah B.

25. Larutan besi klorida bereaksi dengan permanganat dalam suasana basa dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
FeCl2(aq) + KMnO4(aq) + HCl → FeCl3(aq) + KCl(aq) + MnCl2(aq) + H2O
Pada saat reaksi tersebut setara maka koefisien reaksi dari molekul H2O
adalah
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Pembahasan:
FeCl2(aq) + HCl → FeCl3(aq)
KMnO4(aq) + HCl → KCl(aq) + MnCl2(aq) + H2O

|× 5 | FeCl2(aq) + HCl → FeCl3(aq) + H+ + e–
|× 1 |KMnO4(aq) + 3HCl + 2H+ + 5e– → KCl(aq) + MnCl2(aq) + H2O + 3OH–

5 FeCl2(aq) + 5HCl → 5FeCl3(aq) + 5H+ +5 e–
KMnO4(aq) + 3HCl + 2H+ + 5e– → KCl(aq) + MnCl2(aq) + H2O + 3OH–

Karena reaksi berlangsung dalam suasana asam maka ion 3OH– ini harus dinetralkan dengan menambahkan 3 ion H+ pada kedua ruas

5 FeCl2(aq) + 8HCl + KMnO4(aq) → 5FeCl3(aq) + KCl(aq) + MnCl2(aq) + 4H2O
Jawaban yang tepat adalah D .



Referensi: https://kuhajar.blogspot.com/2015/03/pembahasan-soal-pg-kimia-nomor1-10-ksm.html
Read more »
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Search This Blog

Arsip Blog

Topik

A-Level Bahasa Indonesia bahasa inggris Fisika ips Kelas 10 Kelas 11 Kelas 12 Kelas 4 Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 Kimia Kurikulum Merdeka Lain-Lain Matematika PAI Peminatan Kelas X Pendidikan Penjas PKN ppt PTK Rumus Fisika Rumus Kimia Rumus Matematika SBMPTN SD Seni Budaya Simak UI SMA Study Lanjut TIK TPA Ujian Nasional

Popular Posts

  • Kalkulator Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Online
    Kali ini kita akan menyelesaikan persamaan linear 3 variabel yang terdiri dari 3 persamaan dengan kalkulator untuk mempermudah. Walaupun bis...
  • Kalkulator Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Online
    Sistem Persamaan Linear merupakan sebuah bentuk aljabar yang bertujuan untuk mencari nilai 2 peubah dengan diketahui 2 variabel. Mungkin ban...
  • 4 Pilihan PPT Listrik Dinamis untuk Kelas 9
     Hallo semua berikut ini kita akan berbagi tentang materi ajar fisika kelas IX mengenai Listrik Dinamis. Ada 4 powerpoint yang bisa menjadi ...
  • 4 Rekomendasi Modul Program Linear PDF
    Program linear sederhananya bisa dikatakan sebagai bentuk model matematika untuk menentukan nilai optimum baik itu nilai maksimum ataupun ni...
  • PPT Zat, Wujud dan Perubahannya
     Di bawah ini adalah bahan ajar fisika kelas 7 tentang zat, wujud dan perubahannya.
  • Bank Soal Matematika - Lingkaran
    Untuk para pembaca yang lagi mempelajari topik lingkaran, berikut kami akan bagikan Bank Soal tentang Lingkaran. Soal ini terdiri dari 100 L...
  • Download Powerpoint (ppt) Trigonometri Dasar
     Salah topik atau bab yang diajarkan dikelas X untuk kelompok mata pelajaran matematika adalah Trigonometri. Di bagian awal di bahas mengena...

Navigasi

  • Latihan Soal Online
  • Materi Kimia
  • Materi Matematika
  • Materi Fisika
  • Fisika
  • Kimia
  • Matematika
  • SD
  • Kelas 7
  • Kelas 8
  • Kelas 9
  • Kelas 10
  • Kelas 12
  • Kelas 11
Ehcrodeh. Powered by Blogger.
Copyright © KMA. Template by : Petunjuk Onlene